Menapak Tanah Tertinggi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat memiliki puncak-puncak gunung yang beranekaragam keindahan dan ketinggiannya. Saya bersama 9 rekan berniat untuk menapak di salah satu gunung Jawa Barat. Gunung ini memiliki tinggi 3078 mdpl dan menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat. Ya, Gunung Ciremai. Seperti biasa kami melakukan prosedur pendakian yaitu mencari informasi mengenai gunung tertinggi ini, mulai dari surfing di internet dan bertanya kepada rekan lain yang sudah mendaki.

Gunung Ciremai memiliki 3 jalur pendakian, diantaranya jalur Majalengka, Palutungan, dan Linggarjati. Weekend ini kami memilih untuk mendaki melalui jalur Majalengka, karena ada salah satu rekan yang tinggal di Kabupaten Sumedang dan dekat dengan jalur ini. Sekitar 2 jam dari Kecamatan Ujung Jaya ke Pos Pendakian Jalur Apuy, Majalengka. Perjalanan dimulai sehabis shalat jumat menuju terminal Kadipaten Majalengka dan dilanjutkan ke terminal Maja. Dari terminal ini, perjalanan pun dilanjutkan menaiki sebuah mobil colt terbuka ke rumah Bapak Ubuh sebagai penjaga pos jalur ini. Kami bermalam di rumah beliau dan bertanya mengenai karakteristik gunung tertinggi ini. Untuk mendaki gunung ini, para pendaki dipungut biaya kurang lebih Rp 10.000,00 untuk tiket masuk Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), pemberdayaan desa, dan tentu asuransi. Setiap gunung umumnya memiliki pantangan khusus, seperti halnya di Gunung Ciremai ini memiliki pantangan agar setiap orang tidak mengucapkan “kresek”, yang menurut mitosnya ada Sesepuh yang bernama Mbah Kresek yang menanam pohon di gunung ini, dan beliau membawa bibit pohon dari bawah menggunakan kresek. Menurut infomasi penjaga pos ini, apabila menyebutkan kata itu maka orang yang menyebutkan itu akan bingung atau linglung. Satu lagi pantangan khususnya, tidak boleh menyebutkan nama-nama binatang yang ada di sekitar rumah atau desa karena bila menyebutnya maka orang yang menyebutnya akan tersesat. Percaya tidak percaya, tapi kita harus menghormati peraturan adat setempat.

Matahari mulai meperlihatkan sosoknya dan kami juga mulai melihatkan diri keluar dari rumah Pak Ubuh. Tidak disangka, tinggi menjulang dan kokoh, dibanyangi kabut-kabut tipis. Indah tak terungkapkan. Setelah berdoa kami melanjutkan perjalanan menuju selanjutnya. Dari rumah Pak Ubuh ke Pos 1 melewati ladang-ladang penduduk dengan trek bebatuan dan memakan waktu sekitar 60 menit. Sekitar 5-10 menit sebelum pos 1 ada sebuah air terjun yang jernih airnya dan dapat diminum. Pos 1 (Simpang Lima) berada di ketinggian 1908 mdpl. Pos ini memiliki bangunan kokoh, terbuat dari semen dan seng atapnya. Beristirahat sejenak dan sarapan untuk tenaga mendaki selanjutnya.

Pendakian dilanjutkan menuju Pos 2 dengan memasuki batas hutan yang treknya tanah. Lama waktunya mencapai 60 menit, namun treknya sudah mulai mendaki. Pos 2 dapat dijadikan tempat camp namun kontur jalannya agak miring. Pos 2 ke pos 3 memakan waktu sama, sekitar 60 menit. Namun tidak dapat didirikan tenda karena lahan terbukanya sempit. Pos 4 pun dilalui 60 menit kemudian. Lahannya lebih terbuka, 3-4 tenda dapat didirikan di pos ini. Dan di pos ini pun kami bermalam karena kondisi hujan yang tak kunjung berhenti. Wajar saja karena kami mendaki di bulan Februari yang menurut klimatologi adalah bulan penghujan di Indonesia.

Minggu pagi ditemani suara burung, kami packing untuk melanjutkan ke tanah tertinggi Jawa Barat. Berdoa, kemudian berangkat ke Pos 5 selama 60 menit. Vegetasinya mulai berbeda, pohon-pohon mulai jarang dan digantikan semak belukar. Saat tiba di Pos 5 kami dapat melihat puncak Ciremai. Vegetasi tumbuhan mulai jarang. Hanya tersisa pohon dengan daun-daun kecil dan tumbuhan semak. Terik matahari yang awalnya tak berasa, mulai menyengat kulit. Perjalanan menuju pos 6 (Goa Walet) akan lebih berat, treknya kembali berbatu dan lebih besar dr sebelumnya serta terik matahari yang menyengat. Kami mengunakan jalur aliran air untuk berjalan, meraba batu dan pohon sebagai tambatan agar raga tetap seimbang. Untuk mencapai pos 6 memakan waktu 90 menit dengan catatan istirahat tidak berlebihan.

Akhirnya kami mencapai pos 6 yang dinamakan Goa Walet. Penasaran dengan nama itu akhirnya saya dan beberapa rekan mencari dimana lokasi Goa tersebut. Kami pun menemukannya, tidak jauh dari pos. Sebelum Pos 6 ada jalur ke kanan, bila dilanjutkan akan menemukan goa dibawah dan kita dapat masuk ke sana melalui jalan setapak menurun. Tinggi goa sekitar 7-10 meter dan kedalamannya 15 meter. Dari dinding atas goa menetes air yang tidak berhenti. Saat didalam terasa seperti hujan yang mulai reda. Saatnya kembali melanjutkan perjalanan. Pos Goa Walet menuju Pos 7 atau Puncak Ciremai berjarak 1,5 km dapat ditempuh waktu normal 30-45menit.

Gunung Ciremai memiliki kawah aktif yang dapat dilihat dari puncak. Selain itu, panorama pemandangan alam, rumah-rumah dan pohon-pohon dibawah, langit luas yang biru dicoret dengan putih-putih awan, dan kadang awan abu “mendung” pun menutupi birunya langit.

Saat kita di puncak gunung, kita dapat merasakan arti sebuah perjuangan mencapai sesuatu, sabar dan pantang menyerah. Dan pada hakekatnya, kita harus kembali turun dan mengikhlaskannya. Hingga kita tahu bahwa, mendaki gunung adalah sarana dan prasarana yang telah diciptakan Tuhan Yang Maha Esa untuk kita berlatih di kehidupan sehari-hari.

Terima kasih saya ucapkan kepada Allah Swt, Orang tua, rekan-rekan seperjuangan, dll

2 thoughts on “Menapak Tanah Tertinggi Jawa Barat”

    1. thanks for your comment. can you underdstand that i wrote?? its indonesia language. you must be smart. yeahhh🙂
      you must try travelling in your country and write your journeyy.. i’ll wait your story..

      ohya. i’m sorry i can’t read your blog. i don’t know why. sorry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s