Lahan Pertanian Pasca Letusan di Merapi

Menurut sampel yang diambil, bahwa rata2 penduduk di Merapi sebagai petani atau mereka mengolah sawah, berladang juga berternak. Ini menjadi hal yang menarik selaku kami mahasiswa dari Pertanian, walaupun kami spesialis di bidang kehutanan tapi dasar pertanian jangan pernah dilupakan. Karena pertanian akan menghasilkan pangan yang dibutuhkan umat manusia. Hal yang menarik, yang harus diperhatikan oleh semua pihak adalah pasca bencana. Bagaimana cara kita untuk memperbaiki kualitas tanah yang sudah tertutupi abu vulkanik yang cukup tebal?

Pertanyaan itu harus dijawab oleh semua pihak, terutama orang yang menggeluti bidang pertanian. Sebelumnya kita harus mengetahui tentang abu vulkanik. Kami sempat menanyakan ke dosen Ilmu Tanah, beliau ahli di bidang Ilmu Tanah. Bahwa di dalam abu vulkanik tersebut banyak di kandung mineral2 yang baik untuk pertumbuhan tumbuhan. Namun tanpa adanya bahan organik tanaman tidak akan bisa tumbuh dan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan tanah kembali seperti normal lagi. Jadi kita harus menambahkan bahan organik seperti kotoran hewan untuk membantu memecah mineral2 yang membeku. Bahan organik dan bahan mineral sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Bila abu tersebut sudah diberi bahan organik, diperkirakan hanya butuh waktu berbulan-bulan untuk memulihkan kondisi tanah yang over mineralnya. Lebih cepat dibandingkan keadaan yang tidak diberi bahan organik. Berkebalikan dengan tanah gambut yang terdiri dari bahan organik saja, untuk menyeimbangkannya tanah gambut harus diberi kandungan mineral yang tinggi.

INFO : Gunung Merapi di bagian puncak tidak pernah ditumbuhi vegetasi karena aktivitas yang tinggi. Jenis tumbuhan di bagian teratas bertipe alpina khas pegunungan Jawa, seperti Rhododendron dan Anaphalis javanica. Agak ke bawah terdapat hutan bambu dan tetumbuhan pegunungan tropika.

Lereng Merapi, khususnya di bawah 1.000 m, merupakan tempat asal dua kultivar salak unggul nasional, yaitu salak ‘Pondoh’ dan ‘Nglumut’.

 

3 thoughts on “Lahan Pertanian Pasca Letusan di Merapi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s